OKUT Lumbung Pangan , Kelangkaan Pupuk Terjadi , Panen Awal Tahun Petani OKUT Menjerit

  • Whatsapp

Radian News.Com , Martapura – Musim padi awal tahun 2021 ini belum membawa kebahagiaan kepada petani di Martapura, terlihat dalam pantauan tim media, raut wajah yang murung menyelimuti para petani lantaran harga padi yang tak sesuai harapan terjadi di awal tahun 2021 ini.

Di tahun 2020, harga jual padi dari petani bisa mencapai Rp 4.000 per kilogram bahkan bisa lebih sesuai kadar air yang terkandung dalam padi. Dimusim panen 2021 ini harga turun drastis diangka Rp. 3.600 per kilogram, tentunya harga tersebut tak sebanding dengan modal yang sudah dikeluarkan petani mengingat melambungnya harga pupuk akibat ketersediaan pupuk yang mengalami kelangkaan ditambah hama tikus yang menyerang petani membuat hasil panen padi para petani berkurang.

Edi waeko salah seorang petani yang dijumpai awak media mengatakan “Bagaimana petani padi gak menjerit disaat hasil panen yang dinanti-nanti oleh para petani setelah masa panen tiba harga jual malah merosot, kalo di hitung-hitung antara hasil panen dan modal tidak sebanding lebih banyak modal yang dikeluarkan daripada hasil yang didapatkan.” Ujar laki-laki berusia 35 tahun yang merupakan warga desa Perjaya Kecamatan Martapura.

Salah satu tengkulak padi di desa tersebut Fatkurrohman saat diwawancarai awak media bahwa ia tidak bisa berbuat banyak, karena apabila dari pihak tengkulak membeli padi dengan harga yang lebih dari itu akan mengalami kebangkrutan.

“Saya sebenarnya merasa kasihan dengan para petani namun disisi lain saya juga tidak bisa berbuat banyak karena harga padi yang saya beli merupakan harga yang sesuai untuk saat ini kalau saya membeli dengan harga di atas dari harga pasaran sudah bisa dipastikan bahwa saya akan bangkrut, untung saja padi yang saya beli saya olah sendiri jadi masih ada sedikit hasil dari apa yang sudah menjadi usaha beberapa tahun terakhir ini.” Tutupnya.(SMS).

Pos terkait