Kabadiklat Kejaksaan RI , Kepemimpinan Pengawas Di Ikuti 60 Peserta Se-Indonesia

  • Whatsapp

Radian News.Com , Martapura – Kepala Badan Diklat ( Kabadiklat ) Kejaksaan RI Tony T. Spontana, S.H., M.Hum secara resmi membuka Diklat Kepemimpinan pengawas angkatan 1 dan 2 gelombang pertama secara virtual, di ruang rapat Kabadiklat, Senin ( 15/3/2021).

Turut hadir dalam pembukaan Diklat tersebut, Kapusdiklat manajemen dan kepemimpinan,para Kabid,para pejabat eselon IV dan seluruh peserta.

Diklat PIM pengawas angkatan 1 dan 2 berlangsung mulai 15 Maret sampai dengan 2 Juli 2021, diikuti 60 peserta berasal dari para pejabat struktural eselon IV dari Kejaksaan Agung,Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di kutip dari www.adhyaksafoto.Com Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI mengatakan, dalam menghadapi tuntutan reformasi birokrasi dan perubahan-perubahan kedepan yang cepat, diperlukan suatu upaya dalam membangun kemampuan SDM aparat Kejaksaan melalui strategi kebijakan pengembangan sumber daya manusia aparatur sipil negara serta pelatihan dalam jabatan struktural.

Yang mengarah kepada peningkatan kompetensi dan profesionalisme sehingga dalam pelaksanaan tugas dapat berjalan secara efisien, efektif dan berkualitas untuk mewujudkan visi dan misi Kejaksaan. Ujar Tony Spontana.

“Aparat Kejaksaan selaku Aparatur Sipil Negara mempunyai peranan penting dan strategis dalam menyelesaikan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan khususnya dalam penegakan hukum. Oleh karena itu dalam rangka menyelenggarakan tugas-tugas tersebut, Aparat Kejaksaan perlu dilatih melalui jalur pelatihan seperti yang saudara-saudara akan ikuti ini,” kata Tony Spontana.

Tony menyebut Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Gelombang I Tahun 2021 di Badan Diklat Kejaksaan RI telah menerapkan kurikulum baru yang mengacu pada Peraturan Kepala LAN Nomor 20 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV.

Adapun materi pembelajarannya dirancang untuk meningkatkan kemampuan leadership birokrasi di sektor publik, cara pembelajarannya berbasis pada pengalaman, pembelajarannya yang bersifat on-off campus serta melibatkan atasan langsung peserta yang bertindak sebagai mentor nantinya.

Tony menuturkan,Mentor dalam Pelatihan Kepemimpinan pengawas sangat berperan sebagai pembimbing peserta, menyetujui dan menguji rancangan proyek perubahan serta menguji implementasi proyek perubahan dalam seminar laboratorium.

“Dengan demikian posisi mentor sangat menentukan keberhasilan peserta dalam menyelesaikan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV di Badan Diklat Kejaksaan RI”.

Dikatakan tujuan penyelenggaraan pelatihan ini adalah membentuk kepemimpinan operasional pada Pejabat Struktural Eselon IV yang akan berperan dan melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing.

Kompetensi yang dibangun pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas adalah kompetensi kepemimpinan operasional yaitu kemampuan membuat perencanaan kegiatan instansi dan memimpin keberhasilan implementasi pelaksanaan kegiatan tersebut, yang diindikasikan dengan kemampuan.

Membangun karakter dan sikap perilaku integritas sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kemampuan untuk menjunjung tinggi etika publik, taat pada nilai-nilai, norma, moralitas dan bertanggung jawab dalam memimpin unit instansinya.

Tony T. Spontana,mengharapkan kepada Kapusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan beserta jajaran, tenaga pengajar, Para Widyaiswara atau fasilitator guna memberikan bekal dan melatih para peserta secara optimal sesuai program yang telah ditetapkan. (Ril).

Pos terkait