Deteksi Covid-19, 44 Stasiun di Jawa dan Sumatera Dipasang GeNose

  • Whatsapp
Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara, TNI AD, dan pihak swasta mengembangkan alat deteksi Covid-19 yang disebut GeNose.(DOK. KEMENRISTEK)

OKU Timur, Radiannews.com | Penggunaan alat deteksi Covid-19 karya anak bangsa, GeNose rencananya bakal dipasangkan pada 44 stasiun di seluruh Jawa dan Sumatera.

“Kami sudah di pesan 200 unit nantinya akan segera di distribusikan ke daerah-daerah,” kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan resminya, Jakarta (25/1/2021)

Bacaan Lainnya

Tak hanya stasiun, alat ini juga digunakan pada penumpang moda transportasi bus. Terminal pertama yang akan menggunakan GeNose adalah Terminal Pulo Gebang.

“Angkutan bus tidak wajib, tapi akan dilakukan pengecekan secara random menggunakan GeNose mulai 5 Februari 2021, yang akan dimulai dari Pulau Jawa terlebih dahulu,” katanya.

Menhub sudah meminta Dirjen Perhubungan Darat berkoordinasi dengan para Kadishub di seluruh Indonesia.

Jika nanti saatnya dilakukan pengecekan secara acak (random) dan seseorang dinyatakan positif maka yang bersangkutan tidak dibolehkan untuk berangkat.

“Kita ingin semua masyarakat tertib dan membantu pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut Budi Karya mengungkapkan alasan moda transportasi kereta api dan bus menjadi yang pertama untuk diterapkan pengecekan Covid-19 menggunakan GeNose.

Sebab, harga tiket pada rute tertentu lebih murah daripada pengecekan tes Covid-19 melalui rapid antigen atau PCR test.

Sebagai contoh, kereta api ada jarak-jarak tertentu, katakan Jakarta-Bandung Rp100.000, kalau mesti antigen Rp100.000 lagi itu kan mahal, apalagi tarif bus yang lebih murah lagi, ada yang cuma Rp40.000-50.000.

Tapi dengan GeNose ini harganya hanya Rp20.000 (sekali cek). Apalagi kalau nanti dengan skala besar bisa lebih murah menjadi Rp15.000, jadi lebih terjangkau.(AHM)